Selasa, 19 November 2013

Lampu Padam, Rumah Terbakar

MAJENE - Satu lagi korban kebakaran akibat adanya pemadaman listrik. Korban diperkirakan merugi ratusan juta rupiah.
Senin malam, 18 Nopember terjadi pemadaman listrik di Kecamatan Tubo Sendana. Karena gelap warga terpaksan menggunakan alat penerangan alternatif.
Namun naas menimpa keluarga M.Radi (61), rumahnya terbakar rata dengan tanah. Saat kejadian, iM. Radi yang sehari-harinya berprofesi pekerja las tidak berada di rumah. Ia dan keluarganya berada di rumah kerabat yang akan melangsungkan pernikahan.
Keterangan yang dihimpun dari TKP (tempat kejadian perkara), sebelum korban meninggalkan rumahnya, dirinya sempat menyalakan lilin. Korban kemudian ke rumah keluarganya yang akan menggelar pernikahan di desa Bonde-Bonde.
Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 21.00 wita. Warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan air sumur yang ada di dekat rumah korban.
Tapi kecepatan api meluluhlantahkan rumah M. Radi tak dapat diatasi oleh warga.
“Api cepat sekali menghanguskan semua bagian rumah beserta isinya,” kata Baharul, kepala desa Bonde-Bonde yang turut bersama-sama warga membantu korban.
M. Radi yang mengetahui rumahnya beserta isi terbakar habis terlihat kebingungan. Dia mengalami shock, sehingga tidak langsung dapat merespon lawan bicaranya.
Anggota polisi yang bertugas di pos polisi Onang, telah mengolah data atas kejadian tersebut. Kerugian yang dialami korban ditaksir seratusan juta rupiah.
Peralatan bengkel terdiri dari las listrik, bor listrik, serta peralatan pendukung lainnya yang ikut terbakar memperbanyak nilai kerugian korban.  Rumah dan bengkel korban bergandeng sehingga keduanya ikut terbakar.
Selain kerugian materi akibat kiebarakan itu, M. Radi juga otomatis kehilangan pekerjaan akibat peralatannya ikut terbakar. Warga berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan kepada korban.
Tempat tinggal M. Radi berada di Desa Onang Utara.  Desa ini bertetangga dengan Desa Bonde-Bonde atau kota kecamatan Tubo Sendana.
Kecamatan Tubo Sendana tidak memiliki armada pemadam kebakaran. Sehingga jika terjadi kebakaran praktis tidak dapat diselamatkan karena pemadam kebakaran di Kabupaten Majene hanya berada di kota kabupaten. Sementara jarak antara kota kabupaten dan Tubo Sendana sangat jauh yakni 65 kilometer dengan jarak tempuh sekira 45 menit. Sementara waktu yang digunakan api melmat habis satu rumah warga hanya sekira rata-rata 30 menit.(aji/ald)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar